Rencana Pembelajaran

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Mata Pelajaran              :  Kimia

Kelas / Semester           :  X / II

Pertemuan ke                :  1

Standar Kompetensi     :  Mendeskripsikan sifat-sifat larutan, metode pengukuran dan terapannya

Kompetensi Dasar        :  Menyelidiki daya hantar listrik berbagai larutan untuk membedakan larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.

Indikator                       :

  1. Siswa dapat menyimpulkan gejala-gejala hantaran arus listrik dalam berbagai larutan berdasarkan hasil pengamatan.
  2. Siswa dapat mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya.
  3. Siswa dapat menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit mengahantarkan arus listrik.
  4. Siswa dapat menjelaskan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar.

Alokasi waktu              : 2 x 45 menit (1 pertemuan)

  1. I. TUJUAN PEMBELAJARAN
    1. Siswa dapat menyebutkan ciri-ciri larutan yang dapat menghantarkan arus listrik dan yang tidak dapat meghantarkan arus listrik.
    2. Siswa dapat mengelompokkan larutan elektrolit dan non elektrolit.
    3. Siswa dapat menjelaskan penyebab kemampuan larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik.
    4. Siswa dapat menjelaskan bahwa larutan elektrolit dapat berupa senyawa ion dan senyawa kovalen polar.
  1. II. MATERI AJAR

Zat cair yang dapat mengahantarkan listrik disebut elektrolit, sedangkan zat cair yang tidak menghantarkan arus listrik disebut non elektrolit. Suatu alat yang disebut alat uji elektrolit dapat digunakan untuk mengetahui apakah suatu zat cair menghntarkan listrik atau tidak, termasuk larutan dalm air.

Bila air murni diuji dengan alat uji elektrolit, maka lampu tidak menyala, karena air murni merupakan penghantar listrik yang sangat jelek. Bila ke dalam air tersebut dimasukkan Kristal garam dapur, maka larutan yang terjadi dapat menghantarkan listrik dengan baik, yang ditandai dengan nyalanya lampu alat uji elektrolit. Peristiwa yang sama akan terjadi bila air ditetesi asam sulfat pekat. Larutan NaCl dalam air dan H2SO4 dalam air disebut larutan elektrolit. Larutan gula, larutan urea, dan larutan alcohol dalam air tidak menghantar listrik, maka larutan itu disebut larutan nonelektrolit.

Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu zat dapat menjadi elektrolit bila di dalam larutannya zat tersebut terurai menjadi ion-ion yang bebas bergerak. Zat elektrolit dapat berasal dari senyawa ion atau beberapa senyawa kovalen yang di dalam larutan dapat terurai menjadi ion-ion.

1. Senyawa Ion

Senyawa ion sendiri dalam keadaan Kristal sudah sebagai ion-ion,tetapi ion-ion itu terikat satu sama lain dengan kuat dan rapat, sehingga tidak bebas bergerak. Jadi, dalam keadaan padatan (kristal) senyawa ion tidak menghantarkan arus listrik. Sebaliknya, bila senyawa ion tersebut dalam bentuk leburan atau larutan, maka ion-ionnya bebas bergerak, sehingga dapat menghantarkan listrik.

Pada proses pelarutan, ion-ion yang terikat dan tersusun rapat tersebut akan tertarik oleh molekul- molekul air, dan air akan menyusup di sela-sela butir-butir ion tersebut (proses hidrasi) yang akhirnya akan terlepas satu sama lain dan menyebar diantara molekul-molekul air. Peristiwa peruraian tersebut dapat dituliskan dengan persamaan reaksi :

NaCl (s) à Na+ (aq) + Cl (aq)

2.  Senyawa Kovalen

Beberapa senyawa kovalen di dalam air dapat terurai menjadi ion- ion positif dan ion-ion negative. HCl merupakan senyawa kovalen, tetapi karena pengaruh molekul-molekul air HCl dapat terurai menjadi ion H+ dan ion Cl.

HCl(aq) à H+(aq) + Cl+(aq)

Peristiwa terurainya molekul menjadi ion-ion ini disebut ionisasi.

Larutan Elektrolit Kuat dan Elektrolit Lemah

Daya hantar larutan elektrolit di tentukan oleh banyak sedikitnya ion yang terjadi oleh proses dissosiasi atau ionisasi. Makin banyak ion yang terdapat di dalam larutan, makin kuat daya hantar listriknya. Larutan elektrolit yang berdaya hantar listrik kuat di sebut elektrolit kuat, sedangkan larutan yang berdaya hantar listrik lemah di sebut elektrolit lemah.

Kekuatan elektrolit ini dapat di bedakan pula dengan alat uji elektrolit. Pada larutan elektrolit kuat lampu akan menyala terang dan  di sekitar electrode kadang-kadang timbul gelembung-gelembung gas yang banyak, sedangkan pada elektrolit lemah lampu menyala redup dan bahkan tidak menyala sama sekali tetapi ada gelembung-gelembung gas di sekitar elektroda.

Umumnya, senyawa ion di dalam air akan terionisasi semuanya (sempurna), karena itu larutan senyawa ion merupakan elektrolit kuat. Senyawa kovalen ada yang terionisasi dalam persentase yang besar, misalnya larutan HCl, larutan H2SO4 dan larutan HNO3. Sedangkan beberapa senyawa kovalen yang lain, misalnya NH3, CH3COOH dan H3PO4 didalam larutan hanya terionisasi sebagian maka dikelompokan sebagai larutan elektrolit lemah.

III. METODE PEMBELAJARAN

Model Pembelajaran               : CTL

Metode Pembelajran               : Project Based Learning

Strategi Pembelajaran             : Demonstrasi dengan media macromediaflash

IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan I (2 x 45 menit)

Langkah Pembelajaran Alokasi waktu
  1. Kegiatan Awal
  2. Membuka pelajaran dengan salam dilanjutkan melakukan presensi
  3. Mengenalkan sifat daya hantar listrik beberapa larutan
    1. Kegiatan Inti
    2. Memberi pertanyaan pembuka untuk merangsang siswa berpikir
    3. Memberikan peta konsep tentang larutan elektrolit dan larutan non elektrolit
    4. Menjelaskan materi larutan elektrolit dan non elektrolit dengan menggunakan makromedia flash
      1. Kegiatan Akhir
      2. Menguji daya ingat siswa dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan
      3. Siswa melaksanakan post tes dari materi yang telah di terangka

2 menit

8  menit

10 menit

10 menit

45 menit

10 menit

5 menit

V. SUMBER PEMBELAJARAN

1. Unggul Sudarmo. 2004. Kimia untuk SMA kelas X. Jakarta: Erlangga

2. Peralatan Demonstrasi

  • LCD
  • Laptop
  • Macromedia Flash

VI. PENILAIAN

Jenis Assesmen          : Post Tes

Surakarta, 31 Desember 2009

Guru

Susanto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: